Meningkatkan Kualitas Pendidikan Masyarakat dengan Bimtek Penguatan Managerial Ketua PKBM Lumajang

SHARE

Upaya memajukan pendidikan tak hanya bertumpu pada sekolah formal. Di Lumajang, peran Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) sebagai pelopor pendidikan nonformal kian dioptimalkan. Dalam rangka meningkatkan kualitas pengelolaan dan pelayanan PKBM, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Lumajang menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Melalui Penguatan Managerial Ketua PKBM Tahun 2023.

Bertempat di Aula Dindikbud Lumajang, gelaran Bimtek ini resmi dibuka oleh Kepala Dindikbud, Drs. Agus Salim, M.Pd. Di hadapan para ketua PKBM se-kabupaten Lumajang yang antusias mengikuti kegiatan, beliau menegaskan pentingnya peran PKBM dalam mencerdaskan masyarakat.

"PKBM memiliki peran strategis dalam memberikan akses pendidikan bagi masyarakat yang tidak terlayani oleh pendidikan formal. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan yang profesional dan berorientasi pada mutu,".

Bimbingan Teknis ini dirancang sebagai wadah bagi para ketua PKBM untuk memperkuat kemampuan managerial mereka. Materi yang disajikan pun beragam, mulai dari manajemen PKBM, kepemimpinan, keuangan, kurikulum, pembelajaran, evaluasi, hingga kemitraan. Para pakar di bidang pendidikan yang berasal dari Pengawas Sekolah didaulat sebagai narasumber untuk membekali para peserta dengan pengetahuan dan strategi pengelolaan PKBM yang efektif.

Antusiasme para peserta terlihat jelas selama kegiatan berlangsung. Diskusi interaktif dan tanya jawab mewarnai setiap sesi, menunjukkan semangat mereka untuk meningkatkan kualitas PKBM di wilayahnya masing-masing.

Salah satu peserta mengungkapkan apresiasinya terhadap penyelenggaraan Bimtek ini. "Materi yang diberikan sangat bermanfaat dan aplikatif. Saya jadi lebih memahami bagaimana mengelola PKBM dengan baik dan menjalin kemitraan dengan berbagai pihak," tuturnya.

Diharapkan dengan terselenggaranya Bimtek ini, para ketua PKBM dapat mengimplementasikan ilmu dan pengetahuan yang diperoleh untuk mengelola PKBM secara lebih profesional dan akuntabel. Hal ini akan berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan nonformal di Kabupaten Lumajang dan pada akhirnya, mewujudkan masyarakat yang lebih cerdas dan berdaya.

Pesan moral yang dapat dipetik dari Bimbingan Teknis ini adalah bahwa kemajuan pendidikan nonformal membutuhkan sinergi dan komitmen dari berbagai pihak. Dindikbud, sebagai fasilitator, terus berupaya memberikan pembekalan dan pendampingan kepada PKBM. Para Ketua PKBM, sebagai motor penggerak, diharapkan mampu mengelola PKBM dengan penuh dedikasi dan profesionalisme.

Melalui kolaborasi dan semangat yang membara, PKBM di Lumajang siap menjadi garda terdepan dalam mencerdaskan masyarakat dan mewujudkan pendidikan yang berkualitas untuk semua.